Kamis, 07 Oktober 2010

apa itu arti ketulusan...

Pengalamanku besama mereka

Ini tahun kedua bagiku untuk menjalani yang namanya lintas profesi dari gelar sarjanaku. Yup, one year sudah terlewati dan aku bersyukur untuk itu walaupun banyak pergumulan" yang terjadi..

Tahun ini aku masih ditempatkan di grade kelas yang sama yaitu kelas satu SD. Ini merupakan salah satu jawaban doaku yang aku pinta ke Tuhan. Aku masih ingin banyak belajar dari kelas satu ini. Anak-anak kelas satu anak-anak yang cukup uniqeu bagiku. Masa peralihan mereka dari taman bermain alias TK menuju sekolah dasar atau SD, merupakan tantangan buat aku untuk dapat masuk dalam dunia mereka dan belajar mengasihi mereka dengan sikap dan tingkah laku TK mereka.

Sering kali setiap hari setelah selesai mengajar aku harus kehabisan suara karena suara yang cukup ekstra terpakai ketika di kelas. Sering kali pula di dalam kelas ketika mereka seakan menguji kesabaranku dengan tingkah mereka yang ku anggap tak bisa ku tolerir lagi, aku marah dengan mereka dan menunjukkan sikap tegasku pada mereka, namun seringkali pula aku merasa menyesal dan bersalah ketika aku merenungkan kembali satu hari yang ku jalani. Aku merasa bersalah karena aku merasa kurang sabar dengan mereka. Seringkali pula banyak hal yang unpredectiable terjadi dan itu kuanggap penghiburan tersendiri bagiku dari Tuhanku. 

Hari ini 30 September 2010. Ketika di kelas yang sangat crowed dan berisik akan anak-anak yang menghampiriku satu per satu untuk bertanya jawaban math terus menerus dan seharusnya itu sudah dijelaskan berkali-kali oleh guru yang mengajar. Akhirnya aku pun meminta mereka untuk tidak sering maju dan harus berpikir sendiri. Ku minta mereka mengerjakan soal itu sendiri dulu dengan suara yang berintonasi agak tinggi, pfuuh..  >.<
Belum lagi ditambahnya dengan satu anak yang sangat super duper lambat.  Almost everyday..  Aishh …. Anak yang menguji kesabaran banget.. banget…  >.<”  dan akhirnya emosi ku kepancing juga untuk ‘galak’ dengan dia dan meminta dia untuk mengerjakan dengan cepat, dan TIDAK MELAMUN !!

Fuhh, one day passed..  Sampailah pada jam bible reflection, biasa pada jam ini aku membiasakan anak-anak untuk menulis pengalaman pribadi mereka bersama Tuhan, maupun pengalaman pribadi yang lainnya.
Yuhuu…  dan ini lah waktu yang biasanya aku tunggu-tunggu… Aku suka membaca tulisan mereka. Tulisan yang polos dan terkadang bisa membuatku tertawa geli membaca celotehan dan gambar mereka.

Seorang anak perempuan  yang tidak terkenal di kelasku maju dan memberikan hasil tulisannya, karena tulisannya masih banyak yang salah ejaan dan tidak rapi, aku membetulkan tulisan anak perempuan ini. Sambil membetulkan tulisannya aku membaca dan terharu, dia menulis :
“hari ini aku senang bisa belajar di sekolah, bisa bertemu dengan teman-teman dan ibu guru. Aku sayang pada teman-temanku dan ibu guruku. Aku sayang mereka”. Sambil tersenyum aku kembalikan lagi buku agenda itu pada dia.

Kemudian datang pula salah satu anak laki-laki yang tidak terlalu terkenal juga di kelas, tapi kita cukup akrab setelah pertemuan kami yang tidak disengaja di salah satu mall di Jakarta.Dia datang menghampiriku dan memberikan hasil karyanya, tadinya ku pikir dia akan menulis pengalaman dia mengenai les nya atau mengenai pelajaran di sekolah (karena itu yang biasa dia tulis) tapi ternyata dia menunjukkan sebuah gambar, dan aku tersenyum melihat gambar itu.


Dia menggambar diriku dan dirinya dengan sebuah tulisan dibawahnya “I love u idu dian” aku langsung memanggilnya dan mengoreksinya “siapa itu idu dian?” Walaupun aku tau yang dia maksud adalah aku haha.. *GeeR nya wkwkwkwk =)).. dengan tersipu malu dia langsung segera mengambil bukunya, kembali ke tempat duduk,  menghapusnya serta kembali lagi kepadaku dengan senyum dan menunjukkan yang benar. Akupun langsung tersenyum kepadanya dan berkata “terima kasih Kenneth, ibu juga sayang kamu” ^.^

Seketika itu juga perasaan malu serta sedih menghampiri diriku. Pertanyaan penghakiman mampir dikepalaku. "Tidakkah aku malu melihat ketidaksabaraanku terhadap mereka, walaupun terkadang emosi bergejolak melihat tingkah mereka yang semakin menjadi-jadi  Tapi Tuhan tetap memberikan penghiburan dari mereka juga.

Ini merupakan suatu hal simple yang dibuatnya dan dibuat oleh Nya juga dalam cerita hidupku. Tapi karya anak itu telah memberikan pengaruh yang besar dalam diriku dan membuat ku kembali berpikir apa itu arti ketulusan...


"Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah." Markus 10 : 14

Tidak ada komentar: