Rabu, 18 Januari 2012

Mengenal Dia Diubahkan dan Hidup bagi Dia


Tuhan layakkah aku hingga Kau memilihku?

Dulu akupun seteru-Mu
Di dalam anug’rah-Mu Kau memanggil diriku
O Tuhan diriku milik-Mu kini,
ku mau memberi yang terbaik bagi-Mu

Kau kenal segenap jiwa ku
Kau ubah hasrat hatiku
Baharui hidupku untuk menuju 
rencana-Mu yang mulia
Ku mau mengenal diri-Mu
Diubah oleh kuasa-Mu
Biar hidupku menyatakan
besar kasih-Mu bagi dunia milik-Mu

(Syair&lagu : Gito T.W)

crossroads... (2)

Dia menemukan ini....


Terkasih,
Jalan yang lurus itu seperti jalan tol yang akan membuat dirimu melaju pesat namun tidak dapat efektif... 
Petunjuk laluilah jalan kanan adalah petunjuk yang terbaik bagimu. Karena melalui jalan itu engkau mau ku ajarkan tentang banyak hal. Di jalan kanan itu akan kau jumpai gunung yang dapat kau lihat gagahnya, akan ada sungai kecil yang airnya mengalir pelan namun di dalamnya terdapat arus yang deras, ada juga sungai besar dengan aliran air arus yang deras walaupun ada batu-batu yang besar. Akan ada danau  yang airnya jernih dan indah namun dangkal, disana juga akan kau jumpai lautan luas yang memiliki ombak, ada yang besar ada yang kecil dan saling berkejar-kejaran. Bahkan disana akan kau lihat hutan rindang tempat yang teduh. Disana ada batu karang yang teguh yang akan menjadi tempat perlindunganmu di kala hujan deras menderu.

Nikmatilah dan laluilah jalan kanan itu, karena melalui jalan itu engkau akan semakin diperlengkapi bahkan menjadi pembentuk.

Rasa takut salah, gagal yang engkau rasakan itu adalah sesuatu yang wajar. Aku mengerti engkau langkah yang polos. Namun janganlah rasa itu menguasaimu. Ingatlah ada aku yang akan menyertaimu.

Ada aku yang tidak melihat gagal mu seperti yang mereka lihat dan sangka. Ada aku yang mengasihi mu bukan karena prestasimu mencapai finish. Aku melihat langkah taat dan imanmu.
Aku rindu engkau berjalan bersamaku. Aku rindu engkau melangkah bersamaku. Aku rindu engkau kembali merasakan langkah iman bersamaku. Aku rindu engkau melangkah dalam ku. Aku rindu langkah imanmu, bukan langkah gagahmu.

Taruhlah keyakinanmu padaku. Karena aku tau yang terbaik bagimu. Jika engkau dapat melihat jauh kedepan bahwa kedua jalan itu sama-sama menuju sesuatu yang baik. Maka aku akan memberitahumu bahwa ujung dari jalan itu adalah satu jalan dan benar itu sesuatu yang baik. Jalan kanan ini suatu titik akan menyatu kembali dengan jalan awal langkah iman pertamamu. Namun inilah jalanlah, bukan jalan tol.

Jika benar jalan yang harus ditempuh langkah iman adalah jalan kanan.. Adakah Taat, Percaya, dan Berserahmenuntun ia kembali melewati jalan itu?

Mari tempuhilah jalan itu dengan taat percaya dan berserah bersamaku.

Yang mengasihimu


Minggu, 15 Januari 2012

Still there...


Salah satu hal yang menarik berada di kota kecil ini adalah kota ini dikelilingi banyak pengunungan dan  kostan kami berada tepat dikelilingi oleh salah satu pegunungan dan gunung. Awalnya sampai di kostan baru ini, hal yang sangat menarik bagi saya adalah bisa melihat gunung, udara segar setiap hari. Dan sampai sekarang, tempat yang paling saya sukai adalah balkon belakang karena bisa langsung melihat gunung kala suntuk dengan tugas-tugas. Pelataran balkon belakang kostan tempat saya tinggal tepat menghadap gunung. Kata teman-teman namanya Gunung Arjuna.  Di kota besar dulu, jarang sekali rasanya bisa melihat gunung besar tepat di depan mata setiap hari pula. 

Pagi hari sewaktu matahari baru terbit adalah hal yang sangat indah ditambah dengan langit yang terang dan awan yang bergumpalan cantik berada di sekitar gunung itu, menambah indahnya pagi itu.. saya senang bila mengingat kembali hal itu.. bagaimana menakjubkan dan indahnya ciptaan Tuhan ini di pagi hari bahkan sampai guratan-guratan kaki gunung dan pohon-pohon di badan gunung tersebut tampak, walaupun kelihatannya kecil namun menarik.

Namun terkadang langit tidak selalu cerah dan terang benderang sehingga bisa melihat gunung tersebut dengan jelas. Beberapa terakhir ini, musim hujan mulai datang dan hujan sering mampir di kota ini. Ketika awan mulai mendung, awan tebal abu-abu tersebut menutupi gunung yang besar tersebut sehingga saya tidak dapat melihat kegagahan dari gunugn itu. Gunug tersebut seakan-hilang, karena tak tampak lagi oleh mata ini. yang tampak hanya awan sebatas mata memandang. Keesokan harinya langit cerah dan ketika saya sempatkan untuk melihat gunung tersebut. Gunung tersebut tidak ada karena awan tebal putih bergulung-gulung nan indah itu menutupi dia kembali. 

Terlintas dalam pikiran saya… Bukankah cerita kehidupan juga seperti itu.. Allah yang perkasa selalu ada dan selalu setia berada di dalam kehidupan anda dan saya untuk membuat kita terkagum-kagum oleh karena perbuatan tangan-Nya dalam kehidupan kita. hidup serasa cerah secerah mentari pagi itu. Semua berjalan indah dan menawan.. senang rasanya bisa merasakan Allah selalu ada dan pasti ada di sisi kita.

Namun ketika awan mendung, petanda ombak kehidupan mulai hendak menyerang, seakan akan semua itu menutupi Allah yang perkasa, mata jasmani kita hanya dapat melihat awan gelap di depan mata. Iya, hanya awan gelap di depan mata tak ada gunung tak ada Allah. Bahkan ketika langit begitu cerah dan awan-awan indah menghampiri kehidupan kita, bukankah hal itu juga terkadang membuat kita tidak dapat melihat gunung itu, tak dapat melihat Allah juga. Awan hitam mendung maupun awan putih besar indah menutupi pandangan kita untuk dapat melihat Allah. Dan kita juga terkadang jatuh terpesona melihat indahnya gulungan awan tersebut sehingga kita tidak dapat melihat bahwa dibalik awan itu ada yang pernah membuat kita jauh terpesona dari awan putih indah ini.

Ketika saya mencoba merenungkan kembali sekolah kehidupan saya, saya mendapati bahwa saya hari ini belajar mengenai sesuatu yaitu iman. Ntah itu awan hitam mendung ataupun awan putih indah yang sedang saya lihat sehingga saya tidak dapat melihat gunung tersebut, saya percaya bahwa gunung itu tetap ada dibalik mereka semua. Tetap ada gunung yang kokoh yang sama di sana. Ntah itu dukacita ataupun sukacita yang sedang saya hadapi, rasakan dan alami sekarang. Saya tetap percaya bahwa ada Allah dibalik semua peristiwa yang terjadi dalam hidup saya dan hal itu menyatakan bahwa saya sedang berada di dalam kedaulatan Allah yang penuh dan yang tidak akan pernah beranjak meninggalkan saya. Ia adalah Allah dan tetap akan menjadi Allah dalam hidup saya. Ia Allah yang akan terus membuat saya terkagum-kagum akan karya-Nya dalam hidup saya baik itu ketika awan mendung maupun awan indah.


-d^^-

Sabtu, 14 Januari 2012

crossroads


Menapaki kaki dan berjalan dalam iman tidak semudah ataupun sesusah seperti yang dibayangkan. Ketika kaki iman melangkah satu langkah demi satu langkah.. Rasanya perjalanan ini menjadi perjalanan yang penuh arti..
Ketika mencoba melihat lagi kebelakang, betapa luar biasa tuntunan dan pemeliharaan-Nya. Dan tanpa terasa sekarang langkah sudah melewati garis start..

Langkah demi langkah, berjalan lurus menuju depan.. Perjalanan iman terasa aman, nyaman terkendali.. Dalam perjalanan muncul keyakinan kepastian inilah jalannya.. Berjalan bersama kemampuan, dan keyakinan yang serasa yakin menapaki jalan ini.. Lantas dimana iman?

Ketika melayangkan pandangan ke depan, tampaklah jalan lurus yang akan di lalui.. Namun, Lihat! ada pemberitahuan disana.. di depan ada jalan yang bercabang, dan namanya tercantum disarankan berbelok ke arah kanan.. 

Kebimbangan, pertanyaan, kegalauan menghampiri.. Quo vadis? Kemana? Kemana langkah ini harus menetapkan langkah berikutnya.. Luruskah? Atau Ke kanankah? Perasaan yakinnya melihatkan ia ke jalan lurus, namun jika jalan lurus itu ditutup, haruskah ia ke kanan? Atau kembali? Bagaimana bila ini…… Bagaimana bila itu….  Banyak pertanyaan muncul, sebelum jalan itu benar-benar bercabang.. dan sepertinya tanda-tanda ke kanan itu semakin nyata dan tampak…

Langkah dan kehendak ingin tetap lurus kearah dan tujuan langkah iman yang pertama kali ditempuh. Namun….. bimbang…

Terdengar teriakan ,“Dimana iman? Dimana iman yang kepadanya pengharapan dan pemeliharan-Nya akan terus nyata menyertai.. ?” Tersentak langkah melihat jauh kedepan dan satu hal yang ia tahu bahwa kedua jalan itu sama-sama menuju sesuatu yang baik menurut Dia…

Jika benar jalan yang harus ditempuh langkah iman adalah jalan kanan.. Adakah Taat, Percaya, dan Berserah terus dipakainya mewarnai melewati jalan itu?.

-d^^-