Minggu, 20 Februari 2011

God's Observation Report..

Seperti yang pernah saya ceritakan, mengenai laporan pengamatan yang merupakan job desk tiap bulan di sekolah saya.. Jujur secara teknis, sulit untuk dapat mengamati anak sebanyak 36 anak dan harus me-report dalam setiap 1 bulan sekali. Kalaupun sampai saya bisa menikmati perubahan anak-anak saya, yahh itu karena saya telah mengamati selama 1 semester lebih untuk tahun ini.. Tapi seandainya ditanya bagaimana proses tiap kali menulis laporan tersebut, Jujur! sekali lagi itu sulit sekali.. 

Seringkali saya dapati saya hanya dapat terdiam di depan computer tidak tahu apa yang akan saya ketik di laporan pengamatan itu untuk saya laporkan. Terkadang sambil mengingat-ingat/flashback kondisi anak-anak dan tingkah laku mereka 1 bulan lalu. Tapi tetap saja saya terkadang bingung dengan apa yang akan saya laporkan dari pengamatan bulan ini. >.<"... Terkadang juga, perlu kepekaan tingkat tinggi agar dapat peka dengan kondisi anak dan perubahannya sehingga kita tidak subjektif melainkan objektif dalam melaporkan hal tersebut.

Ada pepatah bilang paling mudah mengingat anak yang ekstrim-ekstrim.. Yahh, ekstrim bodohnya atau ekstrim pinternya, ekstrim nakalnya atau ekstrim pendiamnya, ekstrim bandelnya atau ekstrim baiknya.. Itulah anak-anak yang paling mudah diingat atau diidentifikasi. Haha…

Sewaktu lagi tidak punya ide sama sekali apa yang akan diketik di laporan pengamatan untuk anak saya. Seketika terhentak dalam benak saya, “Em.. kira-kira Tuhan punya Laporan Pengamatan tidak ya? Terus kalau Tuhan punya laporan pengamatan kira-kira laporan pengamatan untuk anak yang namanya Dian Mailina, piye yaa??"... *melamun sekaligus berpikir..

Merenung sekaligus malu dengan Tuhan
Kalau seandainya Tuhan punya Laporan Pengamatan untuk dian, kira-kira apa ya yang akan Tuhan tulis tiap bulannya terhadap dian??... Apakah Tuhan akan menulis sesuatu hal yang baik karena terjadi perubahan hidup  yang baik, terjadi perubahan yang menyenangkan hatiNya, semakin dekat mengenal Dia, semakin menikmati Dia.. Atauu malah laporan pengamatannya Tuhan semua berisikan tentang hal yang menurun karena yang terjadi hanyalah penurunan, tidak mau dengar-dengaran dengan Dia , tidak mau semakin dekat mengenal dengan Dia, hidup tidak berkenan semau-maunya, hidup hanya untuk 'aku'... Atauu.... Tuhan malah bingung karena ini anak tidak ada perubahan sama sekali, semuanya datarr.. 
Emm

Iya yaa… kalau Tuhan punya Laporan Pengamatan, apa ya yang akan Tuhan tulis di Laporan Pengamatan Hidupmu??....


Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, 
demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati (Yakobus 2:26)

-d^^-

Thanks God for them..

Setiap sebulan sekali di sekolah saya, pasti membuat laporan pengamatan untuk anak-anak kelasnya.. 
Ketika mengerjakan laporan tersebut terkadang hati terasa berat karena seakan itu rutinitas, tak ada kata-kata lagi yang dapat dirangkai untuk menjelaskan sikap anak ini setiap bulan, sulit rasanya menemukan perubahan dalam jangka waktu 1 bulan.. Oh no.. Dalam 30 hari mana ada perubahan yang significant yang terlihat, pikir saya..

Tetapi setelah menjalaninya,  ada satu pelajaran penting yang saya pelajari selam 2 tahun ini.
Setiap kali harus menuliskan dan menceritakan setiap detail sikap anak-anak selama belajar di sekolah, saya menemukan bahwa anak-anak adalah anugrah dan terlebih lagi pertumbuhan dan perubahan mereka juga adalah anugrah Allah. Allah mengasihi mereka.

Ketika saya sedang  menuliskan laporan pengamatan anak yang ke-35. Tersentak saya kembali membayangkan semua anak-anak saya dari absen pertama dan saya menjadi terharu serta malu.
Mereka anak-anak yang dikasihi Allah. Kami hanyalah alat yang Allah pakai untuk menoreh warna kehidupan di setiap diri anak-anak. Dan Allah sajalah yang memberi pertumbuhan dan bahkan pertobatan diri.

Kembali membayangkan dan flashback ke awal ketika melihat mereka anak-anak TK yang sekarang telah berada di kelas 1 SD. Yang awalnya baca saja masih terbata-bata, tulis huruf sambung tidak bisa bahkan tulisannya jelek sekali. Dari yang tidak bisa menghitung dan mendengarkan dikte dengan baik bahkan tidak bisa diam dalam kelas, ada yang suka ribut suka jalan-jalan suka gangguin temannya, suka egois dan suka memukul. Sekarang saya melihat pertumbuhan perkembangan bahkan perubahan hidup mereka ketika sedang menuliskan laporan pengamatan.

Mereka sekarang mulai bisa membaca lancar, bahkan tulisan huruf sambung mereka menjadi sangat indah dipandang mata. Mencongak mereka mengalami peningkatan. Kelakuan dan sikap mereka telah mulai banyak berubah. Mereka mulai sadar akan hal yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan, walaupun terkadang masih ada jatuh bangunnya.

Kejadian-kejadin besar yang tak akan terlupakan bersama mereka, mendoakan mereka sampai berlinang air mata untuk memohon Kristus merubah hidup mereka  dan menjadikan mereka anak-anak yang semakin takut akan Allah. Itu semua mebuat saya belajar banyak di sini.

Dan itu semua, mengajak  saya sungguh-sungguh bersyukur kepada Allah karena Allah melukis sesuatu yang indah sampai saat ini kepada anak-anak kami. Allah mengerjakan sesuai dengan waktuNya yang tidak pernah terlambat maupun terlalu cepat. Doa demi doa, air mata demi air mata yang tercurah ternyata Kristus ganti dengan buah yang dapat dilihat melalui job desk saya.

Saya sadar… Iya itu bukan karena kami, tapi karena Allah mengasihi mereka..
Thanks God for them..

Luv all of you, my children..

-d^^-

Minggu, 06 Februari 2011

delayyy.... Uhh.. always delay.. -_-"
Sepertinya ini bakal jadi pengalaman ALWAYS selama berpergiaan naik pesawat beberapa bulan ini.. *seball... >.<

But.. anyway.. pengalaman waiting karena delay hari ini berbeda.. hehe.. *so terjadilah tulisan ini yang ditulis in airport waiting room hehe
Ketika masuk ke waiting room C4 dan mencari tempat duduk.. Saya langsung mencari-cari tempat duduk yang kosong...*clingak clinguk.....
jreng... jreng...
Dapatlah tempat duduk.. Ternyata di depan saya ada 2 wanita bulee lho.. Cantik, tinggi, dan simple.. itulah mereka... Tapi bukan hal itu yang membuat saya terkesima dengan mereka.. Mata saya tertarik melihat buku bacaan yang sedang dibaca oleh salah satu bulee...

Ternyata mereka sedang membaca buku All about Indonesia.. Wow.. orang bule baca 'n tertarik dengan Indonesia.. Sesekali mereka bercakap sambil menunjuk gambar buku mereka dan tertawa kecil tanda kekaguman pada budaya negara buku itu..

Terlintas dalam tanda tanya dalam pikiranku.. ??
Mereka adalah orang-orang yang akte kelahirannya bukan dilahirkan di negri ini bahkan bahasa ibunya pun bukan bahasa negari ini. Tapi Bisa sangat tertarik dan kagum dengan budaya negari ini. Bagaimana dengan kita?? Yang notabene lahir, tinggal, besar disini. Bahkan mempunyai bahasa ibu bahasa Indonesia.. Sudahkah saya tertarik dan kagum pada keunikan bangsa ini yang walaupun rasanya tinggal sedikit sekali bisa memiliki rasa kekaguman dan ketertarikan itu.. Dengan segala kebobrokan, kelicikan, keserakahan, ketidak jujuran bangsa ini.. Dapatkah nasionalisme itu tetap ada terlihat? Sepertinya susah Tapi itu harus ada di setiap kita..

Pilihan kecendrungan kita sekarang malah ingin tinggal di negara orang lain ntah negara tetangga kita ataupun negara yang berbeda 12 jam dari negara kita.. Serasa ada rasa bangga ketika kita bisa tinggal di sana dan bekerja di sana, berubah warga negara menjadi warga negara sana, atau bahkan sekedar menjejakan jejak kaki di sana.. 
*saya tidak bermaksud menjudge orang-orang Indonesia yang berada di luar Indonesia.. Saya sangat menghargai mereka yang mempunyai visi ketika mereka mengerti benar akan panggilan misi mereka dipanggil keluar Indonesia..
Berbeda dengan mereka yang lain yang hanya sekedar... ya sekedar.. mencari "kebanggan diri" yang lebih karena berada di luar negri.

Pikiran dan tangan ini berkolaborasi terus berpikir dan mengetik..
Teringat saya akan kerinduan hati para missionaris-missionaris dari negara lain sana yang rela-rela datang ke Indonesia, meninggalkan keluarga, harta benda mereka, datang ke Indonesia hanya untuk memberitahukan sebuah "Kabar Baik". Bagaimana mungkin hal itu terjadi? Mereka adalah orang-orang yang cukup dengan kehidupan mereka di negara asal mereka. Mereka tak akan kekurangan apapun di sana, bahkan mereka pastinya tidak akan merasakan ditolak di negara mereka. Ketika mereka datang  ke Indonesia, mereka akan merasakan yang sangat bertolak belakang dengan kehidupan mereka di negara mereka. Tapi mereka mau datang ke Indonesia karena mereka mengasihi negri ini sama seperti Tuhan juga mengasihi negri ini.

Sekarang setelah bertahun-tahun buah pelayanan mereka kita rasakan di negara ini.
Bukanlah suatu kebetulan kita ada dan ditempatkan di Indonesia.. Saya percaya Ada maksud dan rencana Tuhan untuk kita bagi bangsa ini..

Terkadang saya heran dengan mereka yang mengaku Indonesian.. tapi lebih bangga dengan cerita pengalaman keluar negrinya daripada negri tempat dia dilahirkan.. Sekali lagi Tak ada maksud untuk judge :(.. Tapi sadarkah kita bahwa bangsa ini sebenarnya bangsa yang saya rasa dan saya pikir tak akan jauh kalah dengan negara2 lainnya dari segi keeksostisannya baik itu positif (kebudayaan, keanekaragaman hayati, etnik,dll ) maupun negatif (you know lah.. haha... )


Tuhan ajarku untuk punya hati yang rindu seperti hati Tuhan yang mengasihi Indonesia
Ajarku juga untuk menjadi orang yang berintegritas di tengah-tengah kondisi bangsaku yang sulit untuk berintegritas.. I Love Indonesia..

Bagaimana tidak Tuhan kan sayang
Pada Indonesia tanah tercinta..
Berjuta-juta jiwa di negri ini yang mengharapakan keslamatan dari padaMu
Kau terlebih rindu.. Kau terlebih rindu..
Untuk tegakkan kebenaranMu bagi bangsaku diatas Indonesia.

Kalo Tuhan saja sangat sayang dengan Indonesia hingga saat ini
Bagaimana dengan kita???

 
-d^^-