Senin, 22 November 2010

Mutisme Selektif

Ketika sedang baca-baca artikel dari teman mengenai mutisme selektif, saya jadi teringat dengan blog saya mengenai cerita anakku.

Ya kurasa anak ini mengalami hal yang sama kali ya, beberapa belakangan terakhir ini terlalu banyak kejadian-kejadian yang terjadi, yang membuat diri saya semakin bergumul  tentang anak ini. Saya ingat ketika record mencongak anak ini sangat rendah, saya berinisiatif untuk membantu memberi tambahan kemampuan membilang agar dia dapat membilang dengan tepat. Alhasil dia hanya mau bicara kalo kondisi ruangan hanya tinggal saya dan dia, tetapi kalo ada orang yang lain di ruangan tersebut dia mulai mendiam dan membisu lagi. Dan sangat sulit untuk meminta dia membilang dengan bersuara.. >.<”

Beberapa hari yang lalu merupakan hari-hari ulangan untuk anak kelas 1. Tidak seperti biasanya anak perempuan ini, bertingkah tidak seperti biasanya. Saya tahu benar ini karena dia sebelumnya tidak seperti ini. Tiba-tiba dia ngambek tidak mau sekolah dan tanpa menangis tapi hanya aksinya yang membisu dan membatu diam tidak mau masuk kelas. Asumsi guru-guru, anak ini takut ulangan. Dan ternyata benar setelah dengan sangat susah payah untuk dapat mencari tahu alasannya dia dan berkomunikasi dengan dia dengan berbagai cara (*susah bener! Bener2 susah karena dia tidak mau bersuara) akhirnya dengan berbagai cara diketahui kalau dia tidak belajar dan takut untuk ulangan. Membujuk dan memotivasinya pun ternyata sulit, karena anak ini tidak mau berkomunikasi dengan saya..  *Zzzzz…. Bikin geregatan.. Tuhan give me more.. more.. patient…
  
Beberapa guru menyarankan agar anak ini diajak bicara personal, ketika diajak bicara personal. Awal-awal bicara sangat sulit untuk dapat berkomunikasi dengan dia, walaupun kami sudah kurang lebih sudah 5 bulan bersama-sama di dalam satu kelas, tetapi setelah beberapa lama dikondisikan berdua maka komunikasi akan lancar kalo dia ingin berbicara dengan saya, atau kita hanya menggunakan bahasa isyarat saja (menganggukan kepala ato menggelengkan kepala). So far, mesti lebih banyak baca dan pendekatan dengan dia.. >.<

Berikut hasil dari rangkuman saya mengenai mustime selektif..  
(dari berbagai sumber) :

Mutisme Selektif adalah salah satu gangguan kecemasan pada anak, gangguan ini dicirikan dengan anak yang tidak dapat berbicara bila berada dalam lingkungan sosial padahal di tempat biasa anak dapat berbicara dengan sangat faseh/lancar. memilih tidak berbicara pada situasi – situasi tertentu ataupun orang – orang tertentu.

Dalam keadaan ini anak tidak bicara karena tidak mau bicara. Mereka dapat bicara pada saat sendiri, bersama kawan yang disukainya dan kadang-kadang dengan orang tuanya, tetapi tidak bicara di sekolah, di depan umum atau dengan orang asing. Lebih sering ditemukan pada anak perempuan dibandingkan dengan anak laki-laki. Sering disertai gangguan penyesuaian diri, sangat tergantung orang tua, negativistik, pemalu, menarik diri. Keadaan ini dapat menetap beberapa bulan sampai beberapa tahun. 


Mutisme selektif biasanya terlihat pada anak berumur 3-5 tahun, yang tidak mau bicara pada keadaan tertentu, misalnya di sekolah atau bila ada orang tertentu. Atau kadang-kadang ia hanya mau bicara pada orang tertentu, biasanya anak yang lebih tua. Keadaan ini lebih banyak dihubungkan dengan kelainan yang disebut sebagai neurosis atau gangguan motivasi. Keadaan ini juga ditemukan pada anak dengan gangguan komunikasi sentral dengan intelegensi yang normal atau sedikit rendah.

Anak Mutisme selektif mengalami kesulitan untuk merespon atau memulai komunikasi dalam situasi sosial karena rasa takut dan cemas untuk melakukannya. Rasa takut atau cemas ini diekspresikan dalam bentuk yang berbeda-beda. Pada sebagian anak, ada yang menjadi sama sekali membisu atau tidak berbicara pada siapapun di situasi sosial, sedangkan yang lain mau berbicara hanya pada orang-orang tertentu atau berbicara dengan suara yang sangat pelan atau berbisik.

Perilaku Anak Mutisme selektif  menunjukkan tampilan sebagai anak yang sangat pemalu, ketakutan akan dipermalukan dalam situasi sosial, pencemas, terisolasi secara sosial, cenderung temper tantrum, berprilaku oppositional,moody, agresif, keras. Diluar berkomunikasi dengan verbalisasi standar, anak dengan gangguan ini mungkin akan berkomunikasi dengan gestures, mengangguk atau menggelengkan kepala, mendorong atau menarik, atau pada beberapa kasus dengan kata-kata tunggal, pendek dan tanpa suara.

Prevalensi terjadinya gangguan ini cukup kecil, berkisar antara 1-2 % dan data ini pun didapatkan dari hasil penelitian di luar negeri. Mutisme selektif umumnya lebih banyak terjadi pada anak perempuan dibandingkan anak laki-laki dengan rasio 3 : 1.
Mutisme selektif juga dikatakan sangat dekat hubungannya dengan gangguan kecemasan dan sebagai bentuk varian dari social phobia.

Dampak negatif dari gangguan mutisme selektif antara lain :
1. Mutisme selektif membuat kesempatan anak untuk berinteraksi menjadi terbatas, keterlambatan dalam   perkembangan kemampuan bahasa dan mengurangi keterlibatan dalam aktivitas sehari-hari di sekolah dengan murid yang lain .
2. mempengaruhi prestasi akademis, karena guru mengalami kesulitan untuk menilai kemampuan dan pemahaman terhadap materi karena anak mutisme selektif yang tidak mau berbicara.
3. membuat gangguan kecemasan menjadi semakin memburuk
4. menjadi depresi dan memunculkan gangguan kecemasan lainnya
5. penghargaan diri dan percaya diri rendah
6. Menolak sekolah (school refusal), prestasi belajar rendah dan kemungkinan berhenti sekolah
7. menjadi underachievement secara akademis dan di tempat kerja


Beberapa ciri yang menunjukkan seseorang mungkin mengalami Mutisme Elektif :
1. Kesulitan untuk berbicara di situasi sosial tertentu, misal sekolah.
2. Gangguan berkomunikasi ini bisa terjadi lebih dari 1 bulan (tidak hanya cuma 1 hari atau beberapa jam)
3. Ekspresi wajah kosong saat gelisah
4. Kurang tersenyum ketika cemas
5. Merasa canggung jika gelisah
6. Kesulitan kontak mata saat berinteraksi
7. Membutuhkan waktu lebih lama dari orang lain saat merespon pertanyaan
8. Tidak nyaman pada kondisi bising, gaduh, atau ramai orang
9. Over sensitif

Mengabaikan anak yang mengalami hal seperti ini bisa menciptakan perilaku yang mendarah daging yang pada akhirnya si anak akan semakin kesulitan untuk berekspresi secara verbal. 

Jika tidak diobati hal ini akan mengganggu akademis si anak, kehidupan sosial dan perkembangan emosional seperti : 
1. membentuk rasa cemas 
2. penarikan diri dari lingkungan sosial 
3. rasa rendah diri 
4. penolakan dan menurunnya hasil akademis atau prestasi baik di sekolah ataupun dunia kerja (kelak)
5. obat-obatan 
6. kriminalisme 
7. yang terburuk - bahkan bunuh diri

Fokus “penyembuhkan” pada seseorang yang mengalami ini adalah menghilangkan kecemasan, meningkatkan percaya diri terutama di lingkungan sosial. 
Mungkin membuat mereka nyaman tanpa berharap banyak mereka untuk berbicara justru akan menimbulkan kenyamanan tersendiri mereka untuk berkomunikasi secara wajar dan santai.

Saran ketika menghadapi anak atau seseorang seperti ini adalah :
1. Tetap berusaha berkomunikasi walaupun tidak mendapat respon
2. Melibatkan seseorang yang mutisme elektif ke dalam interaksi bersama orang lain dalam group kecil
3. Bertanyalah dengan pertanyaan yang bervariasi, sebaiknya tidak terlalu sering menatapnya dengan tatapan langsung dan tajam
4. Gunakan bahasa yang paling membuat ia nyaman - perhatian kata-kata yang biasa digunakannya
5. Menerima respon non verbal lain yang ia keluarkan - bahasa tubuh
6. Hargai upayanya walau masih minim - jauh dari harapan kita


Adapun penerapan terapi perilaku pada gangguan mutisme selektif dengan menggunakan pendekatan desensitisasi, pembiasaan dan positive reinforcement. Tipe desensitisasi yang diterapkan menggunakan fading therapy. Fading therapy adalah tipe desensitisasi dengan membuat rentetan kejadian-kejadian yang dimulai dari suatu situasi yang nyaman untuk anak, kemudian memperkenalkan secara bertahap situasi-situasi yang lebih sulit. Tipe pembiasaan dengan cara membiasakan anak untuk bersosialisasi dengan teman sebaya dan membiasakan anak bertemu dengan orang yang baru. Membiasakan anak bersosialisasi dengan teman sebaya dilakukan dalam 4 kali pertemuan dengan waktu 2 jam setiap kali pertemuan_ Sedangkan membiasakan anak bertemu dengan orang barn dilakukan selama 4 minggu, setiap minggu 3 kali pertemuan dalam waktu 2 jam setiap kali pertemuan. Sedangkan tipe reinforcement menggunakan pendekatan play therapy. Setiap respon yang sesuai dengan harapan diberikan positive reinforcement, tetapi punishment tidak diberikan pada respon yang tidak sesuai harapan. Positive reinforcement diberikan untuk semua bentuk komunikasi, termasuk ekspresi wajah dan gesture dan secara berangsur-angsur hanya berbisik dan berbicara normal. Bentuk positive reinforcement berupa pujian dan hadiah. 

Torey Hayden, salah satu referensi pengarang novel kisah nyata yang menceritakan kisahnya dengan anak-anak Mutism Selektif sekaligus saya belajar dari dia bagaimana mengahadapi anak-anak berkebutuhan seperti ini.

.... Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati. 1 Sam 16 :7


-d^^-








Selasa, 09 November 2010

Kasih SetiaMu

Tuhan, KasihMu selalu Setia menaungi ku
Bak tiang awan dan tiang api
Yang selalu ada setiap hari
Engkau nyatakan KasihMu

KasihMu selalu ada besertaku
Dengan setia dan tiada berkesudahan
Setiap hal yang buruk maupun baik yang terjadi
Kurasa kasih setiaMu nyata

Engkau memegang tanganku erat-erat
Takkan dilepaskan walaupun ku suka melepas
Mengangkatku jika ku jatuh
Dan Takkan Kau biarkan aku tergeletak

Tuhan, Kasih Setia Mu kurasakan
Disaat lembah kelam sangat kurasakan
Disaat hidup gelap tiada tau arah
Engkau mejadi terang arah tujuanku
Disaat sesuatu hal yang terjadi
Dan Tiada ku mengerti
Kasih SetiaMu menjelaskanku
Bahkan Disaat padang berumput hijau
Engkau gembalaku yang selalu setia membimbingku
Membimbingku ke air tenang Mu

Kapan terakhir engkau menjadi saluran berkatNya

Kapan terakhir engkau menjadi saluran berkatNya buat mereka?
Pertanyaan ini terbesit di kepalaku beberapa akhir yang lalu..

Aku jadi merenung dan berpikir kapan ya terakhir aku menjadi saluran berkat Tuhan buat orang-orang sekitarku? Ini muncul bukan karena akhir-akhir ini banyak sekali bencana alam yang datang menghampiri negriku, tapi sebelum bangsa ini diizinkan mencicipi segala bencana alamnya.. pertanyaan tersebut telah berniang dipikiran ini.. Tapi ironisnya malah dengan diizinkannya bencana disini dan disitu aku malah semakin berpikir kapan aku terakhir menjadi saluran berkatnya?

Kenapa mesti ketika dengan situasi bencana seperti ini kita semua baru seakan-akan kembali terbuka matanya dan kembali berbondong-bondong untuk berlomba-lomba iba serta menjadi saluran berkat untuk mereka yang membutuhkan?
Bisakah kita trus menjadi saluran berkatNya kapan pun, dimana pun, serta melalui apapun yang ada di hidup kita?

Engkau sumber berkatku, ajarkanlah aku untuk terus belajar menjadi saluranMu :
Melalui tutur kataku, aku mau belajar memuliakanMu dan menyatakanMu.
Melalui tingkah perbuatanku, aku mau belajar memuliakanMu dan menyatakanMu.
Melalui pikiranku, aku mau belajar memuliakanMu dan menyatakanMu.
Melalui segala hal yang engkau percayakan padaku, aku mau belajar memuliakan dan menyatakanMu.



Sebuah wish yang pernah ku terima tertulis “ … tetaplah menjadi “dian” yang bersinar… “ tulisan dan wish itu terus menjadi batu pengingatku untuk aku belajar dan semakin tahu kenapa namaku dian…


"Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."Matius 5:16 

Jumat, 05 November 2010

那双看不见的手 (The Invisible Hand)

虽不见你,触不到你,
Although cann't see you, you cann't be touch
但是我知,你正在对我低语。
But I know, you're whispering to me
喔主耶稣!喔主耶稣!
Oh, Jesus! Oh, Jesus!
我深知道你一直就在这里

Because I know you have been here.
是你的手,钉痕的手,
Your hands, nail’s hand,
重新抚慰,我那破碎的心田。
Recomfort, my broken heart. 
是你声音,温柔话语,
Your voice  Gentle words,
再度填满我心灵中的饥渴
Refill my soul hunger.




(terjemahan bebas dari google translation) 
kalau ada terjemahan yang kurang tepat, monggo diperbaiki..



Rabu, 27 Oktober 2010

"God Thinks You're Wonderful"

I’m very special…

Aku adalah anak istimewa. 
Tahukah mengapa? Karena Allah sayang padaku.
Kalau Dia punya dompet, pasti fotoku disimpan di dalamnya.
Kalau Dia punya kulkas, fotoku pasti ditempel dipintunya.
Kalau Dia punya kalender, psti tanggal lahirku sudah dilingkarinya.
Kalau Dia menyetir mobil, pasti namaku tertulis dibempernya.
Kalau ada pohon di surga, pasti Dia sudah mengukir namaku dibatangnya.

Dia mengirim bunga untukku dan matahari terbit setiap pagi..
Kalau aku ingin bicara, Dia pasti mau mendengarkan..
Dunia yang indah ini diciptakannya untukku, 
Dia memberi suara keras pada guntur, suara lembut pada pohon, dan suara merdu pada burung.
Dia memberi  aroma pada bunga, dan rasa pada makanan, itu semua untuk aku. 
Agar aku mengetahui bahwa aku dicintaiNya.

Sebenarnya Dia punya rumah yang sangat indah
Dia bisa tinggal dimana saja di alam semesta ini, tetapi Dia memilih hatiku.

Allah mengenal aku lebih baik dari orangtuaku sendiri.
Dia menciptakan aku unik dan tiada ada duplikatnya.
Dia menghitung rambutku dan mengetahui tanda lahirku dan semua tahi lalatku.
Dia mengenal namaku dan namaku tertulis di telapak tangan-Nya (Yes 49 : 16)

Aku tidak akan lupa bahwa aku bukan suatu kebetulan atau kecelakan.
Aku adalah karunia bagi dunia, karya seni sorgawi, tanda tangan Allah.
Aku di rajutnya dalam kandungan ibuku (Mzm 139 : 13)
Aku bukan produk massal, aku bukan hasil buatan mesin. 

Aku dirancang secara khusus, diberi karunia khusus, 
dan ditempatkan di dunia ini dengan penuh kasih oleh Sang Pencipta Agung.
Aku tidak perlu dan tidak mau menjadi orang lain. Allah ingin aku senang menjadi diriku sendiri.
Menurut Allah aku ini indah dan istimewa.
Dia menungguku untuk memelukku dalam keberhasilan dan kegagalanku.

Dengan penuh bangga, Sang Pencipta bintang-bintang itu berkata kepadaku, “Aku sangat mengasihimu. Aku tahu suatu hari nanti engkau akan berpaling dariKu dan menjauh. Tetapi Aku ingin engkau tahu. Aku telah menyediakan jalan pulang bagimu. Impianku adalah membawamu dekat pada-KU”
Dan jalan menuju salib memberitahuku, sejau apa jalan yang telah Allah tempuh untuk memanggilku kembali kepada-Nya.

“Apa ada yang bisa membuat-KU berhenti mengasihimu?” Tanya Allah. TIDAK ADA !
“Ingin tahu berapa lama kasih-KU akan bertahan? Lihat saja Aku bicara dalam bahasamu, tidur di duniamu dan merasakan sakitmu. Temukanlah jawabannya di atas kayu salib di Kalvari itu” (1 Yoh 4:10)

Itulah bukti besarnya kasih Allah kepadaku.
Masih banyak lagi yang Allah lakukan selain mengampuni kesalahanku; Dia menghapusnya !

Aku hanya harus membawa kesalahanku kepadaNya. 
Aku dapat berbicara kepada Allah di dalam Yesus, karena Allah pasti mendengarkan. 
Biar saja air mata menetes di pipiku, karena Allah pasti akan menyekanya.
Dia telah mengutus malaikat-malaikatNya untuk menjagaiku, 
Roh Kudus tinggal di dalamku, gereja-Nya untuk mendukungku.

Aku percaya menurut Allah aku istimewa. Karena memang begitu adanya. ^^

from : "God Thinks You're Wonderful" by Max Lucado



Thanks Lord.. 
I'm wonderful and special in Your heart. 
Thanks Lord for Your Love on me..

-d^^-

Selasa, 19 Oktober 2010

For You know better than i...







Verse 1:
I thought I did what's right - Kukira aku sudah melakukan yang benar
I thought I had the answers - Kukira aku sudah mempunyai semua jawabannya
I thought I chose the surest road - Kukira aku telah memilih jalan yang paling pasti
But that road brought me here - Tapi jalan itu membawaku ke tempat ini
So I put up a fight - Jadi aku melakukan perjuanganku
And told You how to help me - Dan mengatakan padaMu bagaimana seharusnya menolongku
Now just when I have given up - Sekarang ketika aku mulai menyerah
The truth is coming clear - Kebenarannya semakin nyata

Chorus:
You know better than I - Engkau mengetahui lebih baik daripada aku
You know the way - Engkau mengetahui jalannya
I've let go the need to know why - Aku melepaskan semua keinginanku untuk mengerti kenapa
For You know better than I - Karena Engkau mengetahui lebih baik daripada aku

Verse 2:
If this has been a test - Kalau ini adalah sebuah ujian
I cannot see the reason - Aku tidak bisa melihat alasannya
But maybe knowing I don't know is part of getting through - Tapi mungkin menyadari
bahwa aku tidak mengetahuinya adalah bagian untuk melewati ujian ini
I tried to do what's best - Aku mencoba melakukan yang terbaik
But faith has made it easy - Tapi iman telah membuat semuanya menjadi mudah
To see the best thing I can do is to put my trust in You - Untuk melihat
bahwa hal terbaik yang bisa kulakukan adalah menempatkan kepercayaanku padaMu

Coda:
I saw one cloud and thought it was a sky - Aku melihat sebuah awan dan mengira bahwa itu adalah langit
I saw a bird and thought that I could follow - Aku melihat seekor burung dan berpikir bahwa aku dapat mengikutinya
But it was You who taught that bird to fly - Tapi Engkaulah yang mengajarkan burung itu bagaimana caranya terbang
If i let You reach me, will You teach me? - Jika aku mengizinkan Engkau meraihku, akankah Engkau mengajariku?

Ending:
For You know better than I - Karena Engkau mengetahui lebih baik daripada aku
You know the way - Engkau mengetahui jalannya
I've let go the need to know why - Aku melepaskan semua keinginanku untuk mengerti kenapa
I'll take what answers you supply - Aku akan menerima semua jawaban yang Kau berikan
You know better than I - Engkau mengetahui lebih baik daripada aku


ketika tak mengetahui apa yang sedang Ia kerjakan dalam hidupmu dan tak mengetahui mengapa semua hal itu terjadi. Hanya satu cara yang terbaik yang dapat dilakukan yaitu menempatkan kepercayaanmu kepadaNya. Karena Dia mengetahui yang terbaik buat kamu dan Dia mengetahui jalannya.. For You know better than i..

Senin, 11 Oktober 2010

Cerita anakku..

Cerita anakku..
Anak ini anak yang sangat leled, lemod, prilakunya menunjukkan seakan hidup tak mau mati pun tak segan, sungguh tak ada semangat untuk sekolah >.<… benar aneh abiss dan sangat menguji kesabaran sekali anak ini. Dan tiap hari saya berdoa agar saya ditambah kesabaran dengan anak perempuan ini.. uhh @.@

2 hari yang lalu anak ini tidak hadir ke sekolah tanpa pemberitahuan sama sekali, karena anak-anak maka daku kira biasalah paling sakit demam. Yasudah saya pun tak terlalu mengkhawatirkan dia. Keesokannya dia juga tidak masuk lagi, yaah.. kita pikir ini pasti orang tuanya mumpung ini hari jumat, jadi pasti sekalian ajah ga masuk sekalian, toh besok sabtu libur ini..

Sampailah hari senin dia masuk dan mamanya menghampiri saya dan berkata,
“Bu, maap anak saya hari kamis tidak masuk karena kami mengalami kecelakaan mobil, kaca depan mobil saya pecah.” 
 “Ibu dan anak2 tidak apa2 kan, bu?” Dengan kaget saya menjawab
             “Tidak apa-apa bu, untung anak2 duduk dibelakang, pecahan kacanya juga tidak terlalu sampai mengenai saya,bu.”, kata si ibu.
“O begitu ya bu, Puji Tuhan ya bu”, kata saya sambil senyum.

Proses Belajar mengajar dikelas hari itu berlangsung seperti biasa dan hari itu entah angin apa, anak ini berhasil mengerjakan agendanya dan tugas-tuganya tepat waktu, tidak lelet dan berhasil mengerjakan soal math tersebut. Kami pun tersenyum pada dia.
Jam sekolah pun usai dan sekarang tinggal dia yang belum dijemput sama ortunya, maka tinggallah dia bersama saya di dalam kelas waktu itu. Karena dia belum mengerjakan PR Menulisnya, maka saya menyuruh dia untuk menunggu waktu sambil mengerjakan PR Menulis saja, supaya PR ini tidak menumpuk hingga minggu depan, dan dia pun menyanggupinya.

Baiklah, sementara dia masih menulis dan saya masih harus merapikan kelas. Saya bertanya kepadanya dimana kecelakaan itu terjadi? Pertama-tama dia diam saja, kemudian saya melihat dia, ternyata dia sedang menulis.
 “Ashley,kamu kecelakaan dimana?” kemudian saya tanya lagi,
 “Tidak, tidak terjadi kecelakaan bu.” kemudian dia menjawab
Saya pun tidak terlalu mempedulikan jawaban dia saat itu, karena masih penasaran saya bertanya sekali lagi dengan dia,
“Kamis yang lalu kamu ga masuk karena kecelakaan kan, as? Kata mama kamu, kamu kecelakaan? Dimana kecelakaannya?”.
Dia pun menjawab “tidak, tidak ada kecelakaan bu. Hari itu saya dikunci di kamar tapi berhasil keluar dan kami langsung berangkat sekolah. Tapi tiba-tiba papi datang dan memecahkan kaca mobil.”
“HAH” wajah kaget, shock sekaligus bertanya-tanya dan kepo bercampur semua di kepala saya. Langsung saya berhenti dari segala aktivitas dan langsung menghampiri dirinya, duduk disebelahnya.
 “Ceritakan kejadiannya, As pada ibu. Apa yang terjadi hari kamis yang lalu?” kataku sambil senyum tapi penasaran.

Setelah mendengar segala cerita yang dia ceritakan, apa yang terjadi di rumah, bagaimana papanya memperlakukan mamanya, bagaimana kondisi rumah dia dan orangtuanya. Seraya itu juga hati saya langsung menghakimi saya dan saya merasa bersalah selama ini karena saya melihat dari luar saja bukan dari dalam. Ini masalahnya! dia seperti ini karena input yang terjadi di keluarganya, karena kondisi keluarga yang membuat dia menjadi seperti itu. Papa yang suka memukul mama dan disaksikan oleh anak perempuan mereka.

Tuhan seandainya saya tau kondisi ini jau-jau hari, Tuhan. Ternyata saya yang terlalu lelet untuk bisa mengayomi dia, dan dia butuh itu. Tapi dibalik itu semua, saya tetap bersyukur ya Tuhan, karena di dalam anugrahMu ini bukan waktu yang lelet untuk boleh mengetahui kondisi yang sebenarnya, bagaimana dia dan keluarga, sebelum semua berlanjut. Tuhan ajari saya untuk melihat tidak memakai "kacamata"  ini, buat mataku dapat melihat lebih dalam lagi dan lagi. Seperti diriMu yang tidak melihat rupa tapi melihat hati, ajarkan saya untuk dapat melihat setiap hati anak-anakku yang hancur yang Tuhan sengaja pertemukan kami di dalam sebuah ruangan yang terbatas setiap hari  di sekolahan ini.
Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.1 Sam 16 :7
Ajari saya melihat bukan seperti manusia tapi seperti Engkau, ya Allah..