Tampilkan postingan dengan label poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poem. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2012

daun


"Daun terbang karena Angin bertiup, atau karena Pohon tidak menginginkannya untuk tinggal??"

“kurasa bukan dua-dua”,  Jawabku saat itu..

Daun terbang karena sudah saatnya ia lepas dari pohon..
Daun terbang walaupun ia tertiup angin
Daun terbang bukan karena angin
Ia tidak akan selamanya terbawa angin,
suatu ketika ia akan terturun terdampar di bawah

Daun terbang juga bukan berarti pohon tidak menginginkannya untuk tinggal
Daun tahu pohon sangat memerlukan daun demi kelangsungan hidup
Begitu juga dengan daun
daun perlu pohon, pohon perlu daun
Mereka saling melengkapi

Namun ada saatnya daun perlu berkorban
Dan menyatakan bahwa waktunya telah tiba
Telah tiba saatnya untuk ia mengundurkan diri
Walaupun daun belum menginginkan saat itu tiba
Daun masih ingin bersama pohon
Dan pohon masih ingin bersama daun
Angin darimana datangnya kemana tujuannya tak ada yang tahu
Angin dipakai untuk membawa daun melayang sekejap dan jatuh

Sabtu, 14 Januari 2012

crossroads


Menapaki kaki dan berjalan dalam iman tidak semudah ataupun sesusah seperti yang dibayangkan. Ketika kaki iman melangkah satu langkah demi satu langkah.. Rasanya perjalanan ini menjadi perjalanan yang penuh arti..
Ketika mencoba melihat lagi kebelakang, betapa luar biasa tuntunan dan pemeliharaan-Nya. Dan tanpa terasa sekarang langkah sudah melewati garis start..

Langkah demi langkah, berjalan lurus menuju depan.. Perjalanan iman terasa aman, nyaman terkendali.. Dalam perjalanan muncul keyakinan kepastian inilah jalannya.. Berjalan bersama kemampuan, dan keyakinan yang serasa yakin menapaki jalan ini.. Lantas dimana iman?

Ketika melayangkan pandangan ke depan, tampaklah jalan lurus yang akan di lalui.. Namun, Lihat! ada pemberitahuan disana.. di depan ada jalan yang bercabang, dan namanya tercantum disarankan berbelok ke arah kanan.. 

Kebimbangan, pertanyaan, kegalauan menghampiri.. Quo vadis? Kemana? Kemana langkah ini harus menetapkan langkah berikutnya.. Luruskah? Atau Ke kanankah? Perasaan yakinnya melihatkan ia ke jalan lurus, namun jika jalan lurus itu ditutup, haruskah ia ke kanan? Atau kembali? Bagaimana bila ini…… Bagaimana bila itu….  Banyak pertanyaan muncul, sebelum jalan itu benar-benar bercabang.. dan sepertinya tanda-tanda ke kanan itu semakin nyata dan tampak…

Langkah dan kehendak ingin tetap lurus kearah dan tujuan langkah iman yang pertama kali ditempuh. Namun….. bimbang…

Terdengar teriakan ,“Dimana iman? Dimana iman yang kepadanya pengharapan dan pemeliharan-Nya akan terus nyata menyertai.. ?” Tersentak langkah melihat jauh kedepan dan satu hal yang ia tahu bahwa kedua jalan itu sama-sama menuju sesuatu yang baik menurut Dia…

Jika benar jalan yang harus ditempuh langkah iman adalah jalan kanan.. Adakah Taat, Percaya, dan Berserah terus dipakainya mewarnai melewati jalan itu?.

-d^^-


Selasa, 09 November 2010

Kasih SetiaMu

Tuhan, KasihMu selalu Setia menaungi ku
Bak tiang awan dan tiang api
Yang selalu ada setiap hari
Engkau nyatakan KasihMu

KasihMu selalu ada besertaku
Dengan setia dan tiada berkesudahan
Setiap hal yang buruk maupun baik yang terjadi
Kurasa kasih setiaMu nyata

Engkau memegang tanganku erat-erat
Takkan dilepaskan walaupun ku suka melepas
Mengangkatku jika ku jatuh
Dan Takkan Kau biarkan aku tergeletak

Tuhan, Kasih Setia Mu kurasakan
Disaat lembah kelam sangat kurasakan
Disaat hidup gelap tiada tau arah
Engkau mejadi terang arah tujuanku
Disaat sesuatu hal yang terjadi
Dan Tiada ku mengerti
Kasih SetiaMu menjelaskanku
Bahkan Disaat padang berumput hijau
Engkau gembalaku yang selalu setia membimbingku
Membimbingku ke air tenang Mu

Kamis, 07 Oktober 2010

unconditional love



Keingat status jejaring social jaman doeloe di Friendster.. status itu sampai sekarang masih terpampang dan tidak diganti oleh sang pemilik. Status itu tertuliskan “unconditional love”

Ya… unconditional love, terhentak merenung dan bertanya adakah manusia yang dapat memberikan kasihnya dengan kondisi unconditional. Adakah manusia yang bisa mengasihi dengan unconditional love? Bukankah unconditional love yang Allah ajarkan dan nyatakan pada manusia.. 

(from : .blog.friendster Wednesday, February 6th, 2008 )

Kasih…
kata yang Simple 
terdiri dari 5 huruf K. A. S. I. H…
namun penuh Makna 
K A S I H…

Mengasihi mereka yang juga mengasihi kita??
apa maknanya?  
(toh sama saja)
Mengasihi mereka yang selalu memberikan apa yang kita ingini sesuai kemauan kita??
apa maknanya?  
(ada motifnya)

Namun
Mengasihi mereka yang TIDAK MENGASIHI kita??
apa maknanya?  (
K A S I H)
Mengasihi mereka yang selalu berbuat
 TIDAK ADIL terhadap kita??
Mengasihi mereka yang selalu
 Menyakiti kita??
Mengasihi mereka yang selalu
 Melukai hati kita??
Mengasihi mereka yang
 membenci kita??
Mengasihi mereka yang
T
idak PERNAH MAU Mengasihi kita??….
apa maknanya ?….
itulah….
KASIH….

Unconditional LoVe….

Dia yang telah terlebih dahulu menyatakan Kasih Nya pada kita yang tidak layak ini…
dengan Lahir, Mati, dan Bangkit, itu karna KASIH pada kita…..
Biarlah orang melihat Kasih Allah melalui kehidupan kita…

Selamat Belajar Mengasihi!
-d^^-


Sebuah kutipan tulisan yang mengingatkan ku pada sebuah quotes forgive about "It is easier to forgive an enemy than to forgive a friend." William Blake... and know i know the truth that for forgive we need KASIH.. 

ini salah satu pelajaran yang ku pelajari di God's school : forgive and KASIH..
Tidak mudah untuk melalui pelajaran ini, perlu hati yang terus mau belajar untuk mau forgive with KASIH.. by His unconditional love..

Selamat menikmati Allah in God's school..

"Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih." 1 korintus 13 :13