Selasa, 28 Februari 2012

Siap tidak siap hal itu akan terjadi
Siap tidak siap hal itu akan menghampiri
Siap tidak siap hal itu akan datang

Terlalu sedih ketika hal itu terjadi
Terlalu kehilangan ketika hal itu datang
Terlalu pedih rasanya ketika hal itu menghampiri

Rasanya tidak akan pernah siap sewaktu hal itu benar-benar terjadi
Rasanya terlalu kehilangan sewaktu hal itu benar-benar menghampiri
Rasanya terlalu cepat untuk hal itu datang

Ku tak akan pernah tahu kapan waktunya
Tidak akan pernah tahu
Satu hal yang ku tahu ketika hal itu datang
Penghibur juga datang
Karena semua berada dalam kedaulatanNya





Rabu, 18 Januari 2012

Mengenal Dia Diubahkan dan Hidup bagi Dia


Tuhan layakkah aku hingga Kau memilihku?

Dulu akupun seteru-Mu
Di dalam anug’rah-Mu Kau memanggil diriku
O Tuhan diriku milik-Mu kini,
ku mau memberi yang terbaik bagi-Mu

Kau kenal segenap jiwa ku
Kau ubah hasrat hatiku
Baharui hidupku untuk menuju 
rencana-Mu yang mulia
Ku mau mengenal diri-Mu
Diubah oleh kuasa-Mu
Biar hidupku menyatakan
besar kasih-Mu bagi dunia milik-Mu

(Syair&lagu : Gito T.W)

crossroads... (2)

Dia menemukan ini....


Terkasih,
Jalan yang lurus itu seperti jalan tol yang akan membuat dirimu melaju pesat namun tidak dapat efektif... 
Petunjuk laluilah jalan kanan adalah petunjuk yang terbaik bagimu. Karena melalui jalan itu engkau mau ku ajarkan tentang banyak hal. Di jalan kanan itu akan kau jumpai gunung yang dapat kau lihat gagahnya, akan ada sungai kecil yang airnya mengalir pelan namun di dalamnya terdapat arus yang deras, ada juga sungai besar dengan aliran air arus yang deras walaupun ada batu-batu yang besar. Akan ada danau  yang airnya jernih dan indah namun dangkal, disana juga akan kau jumpai lautan luas yang memiliki ombak, ada yang besar ada yang kecil dan saling berkejar-kejaran. Bahkan disana akan kau lihat hutan rindang tempat yang teduh. Disana ada batu karang yang teguh yang akan menjadi tempat perlindunganmu di kala hujan deras menderu.

Nikmatilah dan laluilah jalan kanan itu, karena melalui jalan itu engkau akan semakin diperlengkapi bahkan menjadi pembentuk.

Rasa takut salah, gagal yang engkau rasakan itu adalah sesuatu yang wajar. Aku mengerti engkau langkah yang polos. Namun janganlah rasa itu menguasaimu. Ingatlah ada aku yang akan menyertaimu.

Ada aku yang tidak melihat gagal mu seperti yang mereka lihat dan sangka. Ada aku yang mengasihi mu bukan karena prestasimu mencapai finish. Aku melihat langkah taat dan imanmu.
Aku rindu engkau berjalan bersamaku. Aku rindu engkau melangkah bersamaku. Aku rindu engkau kembali merasakan langkah iman bersamaku. Aku rindu engkau melangkah dalam ku. Aku rindu langkah imanmu, bukan langkah gagahmu.

Taruhlah keyakinanmu padaku. Karena aku tau yang terbaik bagimu. Jika engkau dapat melihat jauh kedepan bahwa kedua jalan itu sama-sama menuju sesuatu yang baik. Maka aku akan memberitahumu bahwa ujung dari jalan itu adalah satu jalan dan benar itu sesuatu yang baik. Jalan kanan ini suatu titik akan menyatu kembali dengan jalan awal langkah iman pertamamu. Namun inilah jalanlah, bukan jalan tol.

Jika benar jalan yang harus ditempuh langkah iman adalah jalan kanan.. Adakah Taat, Percaya, dan Berserahmenuntun ia kembali melewati jalan itu?

Mari tempuhilah jalan itu dengan taat percaya dan berserah bersamaku.

Yang mengasihimu


Minggu, 15 Januari 2012

Still there...


Salah satu hal yang menarik berada di kota kecil ini adalah kota ini dikelilingi banyak pengunungan dan  kostan kami berada tepat dikelilingi oleh salah satu pegunungan dan gunung. Awalnya sampai di kostan baru ini, hal yang sangat menarik bagi saya adalah bisa melihat gunung, udara segar setiap hari. Dan sampai sekarang, tempat yang paling saya sukai adalah balkon belakang karena bisa langsung melihat gunung kala suntuk dengan tugas-tugas. Pelataran balkon belakang kostan tempat saya tinggal tepat menghadap gunung. Kata teman-teman namanya Gunung Arjuna.  Di kota besar dulu, jarang sekali rasanya bisa melihat gunung besar tepat di depan mata setiap hari pula. 

Pagi hari sewaktu matahari baru terbit adalah hal yang sangat indah ditambah dengan langit yang terang dan awan yang bergumpalan cantik berada di sekitar gunung itu, menambah indahnya pagi itu.. saya senang bila mengingat kembali hal itu.. bagaimana menakjubkan dan indahnya ciptaan Tuhan ini di pagi hari bahkan sampai guratan-guratan kaki gunung dan pohon-pohon di badan gunung tersebut tampak, walaupun kelihatannya kecil namun menarik.

Namun terkadang langit tidak selalu cerah dan terang benderang sehingga bisa melihat gunung tersebut dengan jelas. Beberapa terakhir ini, musim hujan mulai datang dan hujan sering mampir di kota ini. Ketika awan mulai mendung, awan tebal abu-abu tersebut menutupi gunung yang besar tersebut sehingga saya tidak dapat melihat kegagahan dari gunugn itu. Gunug tersebut seakan-hilang, karena tak tampak lagi oleh mata ini. yang tampak hanya awan sebatas mata memandang. Keesokan harinya langit cerah dan ketika saya sempatkan untuk melihat gunung tersebut. Gunung tersebut tidak ada karena awan tebal putih bergulung-gulung nan indah itu menutupi dia kembali. 

Terlintas dalam pikiran saya… Bukankah cerita kehidupan juga seperti itu.. Allah yang perkasa selalu ada dan selalu setia berada di dalam kehidupan anda dan saya untuk membuat kita terkagum-kagum oleh karena perbuatan tangan-Nya dalam kehidupan kita. hidup serasa cerah secerah mentari pagi itu. Semua berjalan indah dan menawan.. senang rasanya bisa merasakan Allah selalu ada dan pasti ada di sisi kita.

Namun ketika awan mendung, petanda ombak kehidupan mulai hendak menyerang, seakan akan semua itu menutupi Allah yang perkasa, mata jasmani kita hanya dapat melihat awan gelap di depan mata. Iya, hanya awan gelap di depan mata tak ada gunung tak ada Allah. Bahkan ketika langit begitu cerah dan awan-awan indah menghampiri kehidupan kita, bukankah hal itu juga terkadang membuat kita tidak dapat melihat gunung itu, tak dapat melihat Allah juga. Awan hitam mendung maupun awan putih besar indah menutupi pandangan kita untuk dapat melihat Allah. Dan kita juga terkadang jatuh terpesona melihat indahnya gulungan awan tersebut sehingga kita tidak dapat melihat bahwa dibalik awan itu ada yang pernah membuat kita jauh terpesona dari awan putih indah ini.

Ketika saya mencoba merenungkan kembali sekolah kehidupan saya, saya mendapati bahwa saya hari ini belajar mengenai sesuatu yaitu iman. Ntah itu awan hitam mendung ataupun awan putih indah yang sedang saya lihat sehingga saya tidak dapat melihat gunung tersebut, saya percaya bahwa gunung itu tetap ada dibalik mereka semua. Tetap ada gunung yang kokoh yang sama di sana. Ntah itu dukacita ataupun sukacita yang sedang saya hadapi, rasakan dan alami sekarang. Saya tetap percaya bahwa ada Allah dibalik semua peristiwa yang terjadi dalam hidup saya dan hal itu menyatakan bahwa saya sedang berada di dalam kedaulatan Allah yang penuh dan yang tidak akan pernah beranjak meninggalkan saya. Ia adalah Allah dan tetap akan menjadi Allah dalam hidup saya. Ia Allah yang akan terus membuat saya terkagum-kagum akan karya-Nya dalam hidup saya baik itu ketika awan mendung maupun awan indah.


-d^^-

Sabtu, 14 Januari 2012

crossroads


Menapaki kaki dan berjalan dalam iman tidak semudah ataupun sesusah seperti yang dibayangkan. Ketika kaki iman melangkah satu langkah demi satu langkah.. Rasanya perjalanan ini menjadi perjalanan yang penuh arti..
Ketika mencoba melihat lagi kebelakang, betapa luar biasa tuntunan dan pemeliharaan-Nya. Dan tanpa terasa sekarang langkah sudah melewati garis start..

Langkah demi langkah, berjalan lurus menuju depan.. Perjalanan iman terasa aman, nyaman terkendali.. Dalam perjalanan muncul keyakinan kepastian inilah jalannya.. Berjalan bersama kemampuan, dan keyakinan yang serasa yakin menapaki jalan ini.. Lantas dimana iman?

Ketika melayangkan pandangan ke depan, tampaklah jalan lurus yang akan di lalui.. Namun, Lihat! ada pemberitahuan disana.. di depan ada jalan yang bercabang, dan namanya tercantum disarankan berbelok ke arah kanan.. 

Kebimbangan, pertanyaan, kegalauan menghampiri.. Quo vadis? Kemana? Kemana langkah ini harus menetapkan langkah berikutnya.. Luruskah? Atau Ke kanankah? Perasaan yakinnya melihatkan ia ke jalan lurus, namun jika jalan lurus itu ditutup, haruskah ia ke kanan? Atau kembali? Bagaimana bila ini…… Bagaimana bila itu….  Banyak pertanyaan muncul, sebelum jalan itu benar-benar bercabang.. dan sepertinya tanda-tanda ke kanan itu semakin nyata dan tampak…

Langkah dan kehendak ingin tetap lurus kearah dan tujuan langkah iman yang pertama kali ditempuh. Namun….. bimbang…

Terdengar teriakan ,“Dimana iman? Dimana iman yang kepadanya pengharapan dan pemeliharan-Nya akan terus nyata menyertai.. ?” Tersentak langkah melihat jauh kedepan dan satu hal yang ia tahu bahwa kedua jalan itu sama-sama menuju sesuatu yang baik menurut Dia…

Jika benar jalan yang harus ditempuh langkah iman adalah jalan kanan.. Adakah Taat, Percaya, dan Berserah terus dipakainya mewarnai melewati jalan itu?.

-d^^-


Jumat, 21 Oktober 2011

It's Grace and Mercy of God


Hari ini menjadi hari “eben heazer” saya. Hari peringatan yang pasti tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup saya. Suatu pengalaman yang sangat berharga untuk dapat saya lupakan.

Setelah kurang lebih 3 bulan berada di tempat baru ini. inilah saatnya untuk kami memasuki minggu-minggu UTS. Minggu yang penuh dengan hafalan, analisa dan buku dimana-dimana.
Hari ini hari dimana saya dan teman-teman harus menghadapi test kitab Lukas  dengan tipe soal yang kami tidak prediksi. Sebagaimana seharusnya sebagai mahasiswa kami belajar untuk bisa mempersiapkan diri kami menguasai kitab Lukas ini. Menghafal perikop demi perikop, menghafal hal-hal detail yang ada di kitab Lukas ini. Namun satu hal yang saya rasakan, begitu sulitnya untuk dapat memahami kitab Lukas ini. Ntahlah, mungkin banyak faktor yang mempengaruhi. Mungkin saya yang bergitu kelelahan karena sebelum-sebelumnya ada 2 test yang sedang saya persiapkan sehingga waktu untuk dapat belajar kitab Lukas ini sedikit, sehingga saya tidak terlalu mengerti. Atau memang kitab Lukas ini kitab yang sulit untuk saya mengerti karena rasanya kitab ini tidak sekronologis kitab Matius dan Markus yang rasanya lebih mudah untuk dipahami. Ini kitab Sinoptik yang paling panjang >.<” pusingg dah..

Waktunya mengikuti kuliah, setelah kuliah, jadwalnya untuk ulangan setelah makan siang.
Ketika belajar di kelas, dosen kami bertanya bagaimana persiapan kami untuk ulangan kitab Lukas nanti. Banyak komentar dari teman-teman, yang saya dengar kurang lebih merasakan  hal yang sama. *hehehe Walaupun mereka mengalami kesulitan yang berbeda masing-masing.
Hal yang membuat kami berrefleksi sewaktu kami belajar tentang perumpamaan Anak Yang Hilang (Luk 15) Banyak hal yang dibahas disana yang membuat saya secara pribadi kembali merenung dan berpikir. Untuk apa perikop itu ditulis di kitab ini?

Satu hal yang sangat menyentuh hati kitab ini ditulis Lukas karena Lukas ingin menyatakan bahwa anugrah keselamatan itu untuk universal. Namun kadangkala kita yang tidak pernah sadar diri. Ntah kita sebagai anak bungsu maupun anak sulung kita seringkali tidak SADAR DIRI bahwa betapa besar kasih Bapa buat anak-anak-Nya. Bapa lari ketika melihat anaknya yang “lost” itu baru saja kelihatan dari jauh si Bapa. Perumpamaan ini merupakan seakan-akan perumpamaan trilogy dengan perikop sebelumnya. Dimana betapa konsennya si gembala untuk meninggalkan 99 dombanya demi 1 domba. Bukan berarti kasih si gembala lebih besar ke 1 domba daripada 99 deomba. Tapi betapa yang hilang itu akan dicari-cari oleh gembala sampai ketemu. Yang hilang itu tidak akan dibiarkan gembala sendirian.
Kemudian dosen kami mengajak kami untuk melihat bagaimana “ketika Allah lari”.

Setelah melihat itu kami diajak berdoa bersama bersyukur akan Kasih Allah yang begitu besar  buat setiap kita, bersyukur kita yang tidak layak ini berada dalam kasihNya. Kemudian kami diajak berdoa untuk menyerahkan pergumulan kami masing-masing kepada Tuhan dan mempercayakannya kepada Tuhan karena kami tidak pernah sendirian.

Setelah itu dosen kami berkata “ulangan Lukas hari ini saya 100 kan semua dan selamat istirahat. Berjumpa minggu depan”.  sambil merapikan buku-bukunya.
.....……………………………………………………. * speechless

Tidak ada kata kata yang dapat keluar, semua shock, semua kaget, semua nangis seakan-akan tidak percaya.. *Mungkin ini ekspresi yang sama ketika Zakharia bertemu malaikat Tuhan ketika tugas imamnya (Luk 1 ) 
............Shocked, terkejut, tidak percaya, bersyukur plus nangis… *jadi satu semua.

Terlintas dalam pikiran saya “Tuhan inikah rasanya Anugerah? Inikah yang namanya Belas Kasihan?”
Dan kata yang keluar adalah “Thank You Lord. It is a Grace and Mercy for me.”
Melihat teman-teman semua ada yang nangis , ada yang shocked. Sedangkan saya sendiri juga seakan-akan masih kaget beneran bercampur syukur bercampur bahagia. Saya pulang kembali ke kost saya dengan sambil  termenung dan bertanya :

Tuhan ini bener-bener Anugerah, tidak hanya Anugerah lepas dari ujian Lukas, tapi kami bener-bener belajar apa itu artinya : Anugerah dan Belas Kasihan
Sambil jalan pulang ke kostan, saya sambil berpikir, apakah sebenarnya saya layak mendapatkan ini? toh ulangan saya tidak banyak-banyak banget, seharusnya masih bisa atur waktu dengan lebih bijak lagi. Apakah ini layak buat saya?

Sesampai di kost saya langsung masuk kamar dan berdoa. :
Sungguh bersyukur sekali ya Tuhan buat pembelajaran hari ini. Inilah Anugerah, ini benar-benar Anugerah. Bukan hanya Anugerah lepas dari ulangan Lukas, tapi ini Anugerah yang bagi saya, saya belajar arti sesungguhnya sebuah Anugerah. Ketika saya mencoba merenungkannya pada panggilan Tuhan, saya menjadi semakin malu dengan Tuhan. Sapa saya sehingga Ia mau panggil saya? siapa saya sehingga Ia mau pilih saya??. Siapa saya sampai Ia mau pakai saya???.  >.< Jika Tuhan mau pakai saya jadi alatNya itu semata-mata hanya Anugerah Tuhan dan Belas Kasihan Tuhan pada saya. Saya belajar semakin saya menyadari Anugerah Tuhan, semakin saya sadar bahwa saya sebenarnya tidak layak untuk Anugerah itu. Saya sangat tidak layak. Saya mendapatkannya hanya karena saya dilayakkan olehNya. Saya hamba dan Ia Tuan. *saya kudu sadar diri! Dan ketika saya coba renungkan dengan Anugerah keselamatan. Saya sadar bahwa saya adalah orang yang sebenarnya sangat tidak layak untuk mendapatkan itu. Jika saya dapat, itu semat-mata hanya karena belas kasihanNya. Sempat saya berpikir kenapa saya bisa dilayakkan Tuhan ya? Apa yang ada pada saya sehingga bisa diberikan belas kasihan tersebut? TIDAK ada!. Tidak ada satu kriteriapun yang dapat digunakan untuk menjawab itu. Itu karena Tuhan, Ya, saya dilayakkan itu karena Ia adalah Tuhan yang menganugerahkan belas kasihanNya.

Sungguh sungguh sungguh bersyukur ya Tuhan…  bersyukur untuk kembali dimengertikan akan arti ANUGERAH itu. Bersyukur dapat dilayakkan menerima Anugerah. Bersyukur jika saya punya Allah seperti Allah dengan pribadi dan KaryaNya yang luar biasa. 

Thank You Lord, it's only by Your Grace and Your Mercy...

-d^^-

Jumat, 09 September 2011

new chapter...


Dah lama  tidak masuk dalam tulis menulis.. hikss..  Padahal tugasku disini banyak menuntut tulis menulis.. -.-“
Wahh… tidak berasa juga dah sebulan saya berada di tempat baru ini, berada di kota yang baru dan ini untuk pertama kalinya mengalami berada di kota ini. Dengan suasana lingkungan yang baru, teman-teman yang baru, dosen yang baru, gereja yang baru, komunitas yang baru, kondisi yang baru juga… semua serasa baru disini..
Satu sisi menyenangkan dan menarik untuk dicoba, tapi satu sisi ini proses baru yang harus saya hadapi di kota baru ini.
Setelah satu bulan di nuansa lingkungan kondisi baru ini, saya semakin menyadari keadaan saya bisa berada di tempat ini semata-mata hanya anugrah Tuhan. Karna Ia izinkan saya berada di tempat baru ini.
Walaupun awalnya saya cukup shock >.< …  shock culture, shock college, shock dengan tugas yang buanyakk >.< shock dengan test quiz yang rutin akan dihadapi.. *dimana kondisinya ini otak dah 2 tahun hibernasi hiks hiks…  
Tapi sewaktu hari demi hari dilalui saya sadar saya tidak bisa sendirian dan saya tidak sendirian. Tetap ada tangan kasih Nya yang menuntun saya dan memimpin saya. Hari demi hari kalau saya bisa lewatin di kota yang malang ini, itu semata-mata hanya karna kasih Tuhan, anugrah Tuhan dan belas kasihabn Tuhan buat saya..
Lagu ini punya makna khusus dalam perjalanan hidu, untuk bisa berada ditempat ini dan lagu ini selalu mengingatkan saya bahwa Only by His hand He leadeth me until now.. just it!
He leadeth me, O blessed thought!
O words with heav’nly comfort fraught!
Whate’er I do, where’er I be
Still ’tis God’s hand that leadeth me.
# He leadeth me, He leadeth me,
By His own hand He leadeth me;
His faithful foll’wer I would be,
For by His hand He leadeth me.
 
Sometimes ’mid scenes of deepest gloom,
Sometimes where Eden’s bowers bloom,
By waters still, o’er troubled sea,
Still ’tis His hand that leadeth me.
Lord, I would place my hand in Thine,
Nor ever murmur nor repine;
Content, whatever lot I see,
Since ’tis my God that leadeth me.
And when my task on earth is done,
When by Thy grace the vict’ry’s won,
E’en death’s cold wave I will not flee,
Since God through Jordan leadeth me.

 
Really.. Great His Thy faithfulness… Thank you, Jesus.. ^^

 -d^^-