Tampilkan postingan dengan label share. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label share. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Januari 2012

Still there...


Salah satu hal yang menarik berada di kota kecil ini adalah kota ini dikelilingi banyak pengunungan dan  kostan kami berada tepat dikelilingi oleh salah satu pegunungan dan gunung. Awalnya sampai di kostan baru ini, hal yang sangat menarik bagi saya adalah bisa melihat gunung, udara segar setiap hari. Dan sampai sekarang, tempat yang paling saya sukai adalah balkon belakang karena bisa langsung melihat gunung kala suntuk dengan tugas-tugas. Pelataran balkon belakang kostan tempat saya tinggal tepat menghadap gunung. Kata teman-teman namanya Gunung Arjuna.  Di kota besar dulu, jarang sekali rasanya bisa melihat gunung besar tepat di depan mata setiap hari pula. 

Pagi hari sewaktu matahari baru terbit adalah hal yang sangat indah ditambah dengan langit yang terang dan awan yang bergumpalan cantik berada di sekitar gunung itu, menambah indahnya pagi itu.. saya senang bila mengingat kembali hal itu.. bagaimana menakjubkan dan indahnya ciptaan Tuhan ini di pagi hari bahkan sampai guratan-guratan kaki gunung dan pohon-pohon di badan gunung tersebut tampak, walaupun kelihatannya kecil namun menarik.

Namun terkadang langit tidak selalu cerah dan terang benderang sehingga bisa melihat gunung tersebut dengan jelas. Beberapa terakhir ini, musim hujan mulai datang dan hujan sering mampir di kota ini. Ketika awan mulai mendung, awan tebal abu-abu tersebut menutupi gunung yang besar tersebut sehingga saya tidak dapat melihat kegagahan dari gunugn itu. Gunug tersebut seakan-hilang, karena tak tampak lagi oleh mata ini. yang tampak hanya awan sebatas mata memandang. Keesokan harinya langit cerah dan ketika saya sempatkan untuk melihat gunung tersebut. Gunung tersebut tidak ada karena awan tebal putih bergulung-gulung nan indah itu menutupi dia kembali. 

Terlintas dalam pikiran saya… Bukankah cerita kehidupan juga seperti itu.. Allah yang perkasa selalu ada dan selalu setia berada di dalam kehidupan anda dan saya untuk membuat kita terkagum-kagum oleh karena perbuatan tangan-Nya dalam kehidupan kita. hidup serasa cerah secerah mentari pagi itu. Semua berjalan indah dan menawan.. senang rasanya bisa merasakan Allah selalu ada dan pasti ada di sisi kita.

Namun ketika awan mendung, petanda ombak kehidupan mulai hendak menyerang, seakan akan semua itu menutupi Allah yang perkasa, mata jasmani kita hanya dapat melihat awan gelap di depan mata. Iya, hanya awan gelap di depan mata tak ada gunung tak ada Allah. Bahkan ketika langit begitu cerah dan awan-awan indah menghampiri kehidupan kita, bukankah hal itu juga terkadang membuat kita tidak dapat melihat gunung itu, tak dapat melihat Allah juga. Awan hitam mendung maupun awan putih besar indah menutupi pandangan kita untuk dapat melihat Allah. Dan kita juga terkadang jatuh terpesona melihat indahnya gulungan awan tersebut sehingga kita tidak dapat melihat bahwa dibalik awan itu ada yang pernah membuat kita jauh terpesona dari awan putih indah ini.

Ketika saya mencoba merenungkan kembali sekolah kehidupan saya, saya mendapati bahwa saya hari ini belajar mengenai sesuatu yaitu iman. Ntah itu awan hitam mendung ataupun awan putih indah yang sedang saya lihat sehingga saya tidak dapat melihat gunung tersebut, saya percaya bahwa gunung itu tetap ada dibalik mereka semua. Tetap ada gunung yang kokoh yang sama di sana. Ntah itu dukacita ataupun sukacita yang sedang saya hadapi, rasakan dan alami sekarang. Saya tetap percaya bahwa ada Allah dibalik semua peristiwa yang terjadi dalam hidup saya dan hal itu menyatakan bahwa saya sedang berada di dalam kedaulatan Allah yang penuh dan yang tidak akan pernah beranjak meninggalkan saya. Ia adalah Allah dan tetap akan menjadi Allah dalam hidup saya. Ia Allah yang akan terus membuat saya terkagum-kagum akan karya-Nya dalam hidup saya baik itu ketika awan mendung maupun awan indah.


-d^^-

Jumat, 09 September 2011

new chapter...


Dah lama  tidak masuk dalam tulis menulis.. hikss..  Padahal tugasku disini banyak menuntut tulis menulis.. -.-“
Wahh… tidak berasa juga dah sebulan saya berada di tempat baru ini, berada di kota yang baru dan ini untuk pertama kalinya mengalami berada di kota ini. Dengan suasana lingkungan yang baru, teman-teman yang baru, dosen yang baru, gereja yang baru, komunitas yang baru, kondisi yang baru juga… semua serasa baru disini..
Satu sisi menyenangkan dan menarik untuk dicoba, tapi satu sisi ini proses baru yang harus saya hadapi di kota baru ini.
Setelah satu bulan di nuansa lingkungan kondisi baru ini, saya semakin menyadari keadaan saya bisa berada di tempat ini semata-mata hanya anugrah Tuhan. Karna Ia izinkan saya berada di tempat baru ini.
Walaupun awalnya saya cukup shock >.< …  shock culture, shock college, shock dengan tugas yang buanyakk >.< shock dengan test quiz yang rutin akan dihadapi.. *dimana kondisinya ini otak dah 2 tahun hibernasi hiks hiks…  
Tapi sewaktu hari demi hari dilalui saya sadar saya tidak bisa sendirian dan saya tidak sendirian. Tetap ada tangan kasih Nya yang menuntun saya dan memimpin saya. Hari demi hari kalau saya bisa lewatin di kota yang malang ini, itu semata-mata hanya karna kasih Tuhan, anugrah Tuhan dan belas kasihabn Tuhan buat saya..
Lagu ini punya makna khusus dalam perjalanan hidu, untuk bisa berada ditempat ini dan lagu ini selalu mengingatkan saya bahwa Only by His hand He leadeth me until now.. just it!
He leadeth me, O blessed thought!
O words with heav’nly comfort fraught!
Whate’er I do, where’er I be
Still ’tis God’s hand that leadeth me.
# He leadeth me, He leadeth me,
By His own hand He leadeth me;
His faithful foll’wer I would be,
For by His hand He leadeth me.
 
Sometimes ’mid scenes of deepest gloom,
Sometimes where Eden’s bowers bloom,
By waters still, o’er troubled sea,
Still ’tis His hand that leadeth me.
Lord, I would place my hand in Thine,
Nor ever murmur nor repine;
Content, whatever lot I see,
Since ’tis my God that leadeth me.
And when my task on earth is done,
When by Thy grace the vict’ry’s won,
E’en death’s cold wave I will not flee,
Since God through Jordan leadeth me.

 
Really.. Great His Thy faithfulness… Thank you, Jesus.. ^^

 -d^^-

Selasa, 05 Juli 2011

sama tapi sangat berbeda

Pernahkah anda merasakan berada di sebuah tempat yang sama dengan suatu kegiatan yang sama tapi mengalami suatu perasaan yang berbeda  luar biasa?
Saya baru mengalami hal tersebut ntahlah apa yang telah terjadi..
Saya berada pada suatu gedung yang sama dengan lagu-lagu yang kurang lebih sama untuk dinyanyikan bersama, dengan jumlah keramaian orang yang hadir juga sama, dengan tujuan yang juga seharusnya sama yaitu memuji  Dia.
Tapi alhasil terjadi suatu perbedaan yang sangat luar biasa.
Jujur saya lebih menikmati ibadah yang kedua yang baru-baru saja ini daripada yang pertama. Bukan karena mood saya saat itu  yang lagi bagus. Saya sadar untuk hadir di ibadah yang kedua ini saya dan beberapa teman perlu berkeringat dan bersusah untuk berebut  naik  transjakarta yang berdesak-desakan, harus  pindah dari satu halte ke halte yang lain.
Hal ini sangat berbeda dengan perjalanan ke ibadah yang pertama , saya tinggal menunggu disuatu tempat yang tidak terlalu jauh dari tempat kos saya, kemudian datanglah kendaraan yang tidak akan membuat keluar keringat saya, saya tinggal duduk diam nan manis maka sampailah saya di gedung tersebut dengan nyaman dan ontime
Tetapi saya lebih bisa menikmati apa yang saya pujikan dan apa yang saya dengar dari awal hingga akhir hanya saya dapatkan di kondisi ibadah yang kedua.
Sesampai di kostan, saya lantas berpikir dan merenung apa yang terjadi dan kenapa saya bisa menikmati yang ini tadi daripada yang kemarin itu.
Dalam perenungan saya. Saya mendapati bahwa benarlah jika suatu ibadah persekutuan disiapkan dengan sungguh-sungguh dalam doa (bukan sekedar  ‘doa’) maka itu akan sangat mempengaruhi jemaat yang hadir.Saya sangat menikmati pujian-pujian yang dibawakan dalam liturgi untuk dinyanyikan bersama, saya juga sangat menikmati doa bersama untuk bangsa.
Saya tidak berkata bahwa kondisi ibadah yang pertama tidak disiapkan sungguh-sungguh. Tapi saya sangat merasakan perjuangan teman-teman dalam mempersiapkan ibadah yang kedua ini, daripada ibadah yang pertama. Dari ibadah yang kedua ini, saya mendapati orang-orang yang sungguh-sungguh rindu untuk mencari Dia dan mengenal Dia.
Aneh dan sungguh aneh.. padahal keduanya sama-sama berbau rohani berada di gedung ibadah yang sama dan memuji Allah yang sama tapi terdapat sebuah perbedaan yang sangat besar.
"Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah  mereka , tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu..." 2 Tim 3:5


-d^^-

Kamis, 16 Juni 2011

Pesannya..

Beberapa hari ini merupakan hari hari perpisahan.
Hari selasa yang lalu hari perpisahan di unit saya unit SD..
Hari kamis ini hari perpisahan dengan seluruh unit..
Dan Hari selasa nanti bener bener perpisahan terakhir yang  terakhir… hiks..

Disekolah saya untuk tahun ajaran ini saja ada sekitar 8 guru yang tidak lagi di lokasi puri..
Wow, jumlah yang tidak sedikit.. dan setiap kali melihat perpisahan teman-teman guru yang lain yang terdahulu resign, saya selalu merasa yakin kalau nanti saya perpisahan saya tidak akan menangis, karena saya tidak sedih.. ujar saya dalam hati..

Sekarang tiba saat nya saya yang dilepas, awalnya saya masih sempat senyum-senyum kecil, tertawa kecil ke sesama guru.. tapi ternyata hal itu tidak bertahan lama.. saya ikut terharu juga.. apalagi mengingat bahwa baru tahun inilah saya merasakan adanya kebersamaan dengan rekan-rekan.. Apalagi sejak kejadian “toilet” di retreat tersebut..

Saya jadi ingat perpisahan dengan beberapa rekan hamba Tuhan di gereja saya.. dan sekarang saya jadi semakin mengerti apa perasaan mereka saat mereka harus berpisah dengan kami dan menjalani tugas pelayanan di daerah yang jau disana..

Mungkin inilah perasaan yang sama.. perasaan sedih berpisah dengan rekan-rekan bahkan dengan rekan rekan yang sudah dekat namun pilihannya berpisah..

Sepulang dari sekolah saya juga diajak bicara oleh gembala sekolah saya ibu Irene, dia memberikan saya beberapa nasehat dan kami banyak sharing tentang pergumulan sekolah kami. Terlalu banyakk.. Iya.. terlalu banyak yang harus diubah dari sekolah kami kalau sekolah kami ini mau menjadi semakin baik dihadapan Tuhan.

Satu hal yang kami makin takutkan adalah sekolah kami lupa pada firman “Ia harus semakin bertambah dan kita harus semakin berkurang”.. Jangan-jangan sekolah kami menjadi sekolah yang lama kelamaan membuat diri semakin bertambah dan Ia semakin berkurang..  Fuhh… >.<

Setelah berbicara panjang dengan ibu, ibu berkata bahwa tidak kebetulan Tuhan membuka beban itu kepada kita apalagi saya, dan ibu bilang tugas saya diakhir ini adalah mensharingkan beban tersebut ke orang yang tepat dan menjadikan itu PR buat orang yang ditinggal. Hal itu langsung saya lakukan, saya berikan tanggung jawab itu kepada ibu.

Sosok ibu Irene adalah ibu yang penuh beban pendidikan, ibu yang berani, ibu yang tegas, sangat berani untuk menyatakan Salah terhadap sesuatu yang tidak sesuai dengan prinsip Firman Tuhan, walaupun sebenarnya ada juga ketakutan di dalamnya. Dan ada konsekuensi untuk dibenci orang. Ia ibu guru saya saat saya penataran guru sekolah minggu. Sosok ibu yang akan jadi teladan saya. Sungguh… dia sabar dan dia punya hati yang sangat peduli dan sangat inisiatif. Dia keibuan semua anak didiknya akan merasakan kasih sayang ibu nya. Banyak sharingan pengalaman dia yang menjadi inspiratif buat saya melangkah ke depan.

Hari itu adalah hari yang sedih tapi diakhiri dengan indah. Banyak hal yang akan saya ingat selalu yang merupakan pesan beliau. 

Ibu berkata perjalanan study kedepan tidak lama dan tidak juga terlalu singkat, Untuk segala sesuatunya mulai sekarang saya harus memulainya di dalam dan hanya dengan anugrah Allah saja yang saya dapat sandarkan, sampai saya lulus nanti saya akan takjub dengan anugrah Nya itu. Ia juga berkata saya harus Jaga Hati saya, saya harus ingat bahwa terkadang lingkungan dan uang sangat mudah untuk mengaburkan kemurnian hati, visi dan panggilan. Oleh sebab itu saya harus jaga hati saya.

Pesan yang singkat itu akan terus saya pegang, saya ingat dan saya resapi. Sampai saatnya nanti saya bisa bertemu dengan ibu lagi.

-d^^-

Rabu, 15 Juni 2011

Grace … Grace that is greater than all my sin

Beberapa hari yang lalu saya sempat mengikuti retret yang diadakan gereja saya

Ret2 tersebut diberi nama ret2 A LIFE (Abundant Life) –transforming spirituality-

Ini retreat yang ke-3 gereja saya adakan.. dan dua retreat sebelumnya saya tidak dapat ikut.

Satu kata yang dapat saya ucapkan saat ini Thanks God.. Really Thanks God..

Bersyukur sekali bisa ikut retreat ini ditengah-tengah mungkin ini kali terakhir saya bisa ikut di retreat ini.
Betapa saya kembali menyadari bahkan mungkin lebih dari tersadarkan lagi..
How amazing His Grace.. How amazing His Cross..

Saya manusia berdosa yang tak terukur dosanya, tapi Salibnya ternyata juga tak terukur besarnya panjangnya, tingginya, dalamnya lebarnya.. tak terukur… tak terukur dalam hidup keberdosaan saya..
Hari pertama hari kedua di lalui, sampai benar benar mengalami sesi terakhir di hari kedua dan sesi pertama hari ketiga yang berlimpah air mata.. 

Semakin hari kami dibentuk semakin mengerti apa itu arti bertumbuh, apa itu arti pengalaman rohani, apa arti aktivitas agamawi, apa itu arti KASIH dan arti SALIB..

Semakin menuju closing saya semakin mengerti bahwa saya ada hanya karena anugrah, saya sekarang hanya karena anugrah dan itu tidak lebih. Saya pikir saya tidak hanya mengerti secara kognitif tapi saya semakin merasakan kebenaran dan dalamnya arti kalimat tersebut.

Bahkan selama ibadah perjamuan kudus di akhir hari. Saya semakin menemukan ketidaklayakan saya untuk datang menghampiri perjamuan kudusnya. Siapa saya sampai Ia menyatakan tanda kasihNya dan Ia mau bersekutu menjadi satu dengan saya! Siapa saya??

Hal inilah yang terus membuat saya exicting dengan iman kepercayaan saya bahwa bukan saya yang aktif. Tapi Ia Allah yang aktif inisiatif melakukannya lebih dahulu.

Saya datang dengan gentar tapi juga sukacita. Kalau pinjam istilah nya seperti pengantian perempuan yang datang menhampiri altar dengan gentar tapi juga bahagia.

Mengetahui Ia mau pakai dan mau memanggil saya, saya semakin yakin bahwa ini bukan karena saya mau tetapi karena Ia yang telah terlebih dahulu bekerja di dalam kehidupan saya. Ini semua Semata-mata  hanya anugrahNya dan Belas KasihanNya.

Tuhan terima kasih untuk salibMu  dan ingatkan aku kalau aku akan selalu membutuhkan salibMu ya Tuhan, selalu.. Selalu…

Now, new beginning..
Grace … Grace that is greater than all my sin


-d^^-

Kamis, 26 Mei 2011

Loneliness (Kesepian)......... (1)


Ketika sedang menemani seorang teman untuk membeli sesuatu hal di toko buku Kristen. Saya menemukan buku ini. Pastoral Konseling Mungkin kedengaran agak “seram” tapi ternyata isi buku yang ditulis oleh Pak Yakub Susabda ini sedikit banyak membantu saya mengerti banyak hal.. dan sangat menarik sekali buat saya
Muncul ide iseng saya untuk merangkum beberapa bab dari buku ini yang berkaitan dengan hal-hal yang pasti akan terjadi dan sering kita temui di sekeliling kita..  :D
part 1... *hehehe
Loneliness (Kesepian)
Siapa yang tidak tau lagu ini  “Lonely.. I’m so lonely.. I have nobody….”  
Atau siapa yang tidak tau istilah ini “ Aku merasa kesepian walaupun berada diantara keramaian”
Yaa.. Loneliness atau kesepian seperti wabah yang pasti akan dapat dirasakan oleh setiap umat didunia ini. Apapun kedudukan mereka apapun status social mereka dan berapapun usia mereka. Bahkan isu dan berita bunuh diri bukankah sering kita dengar. Menurut survey presentase angka bunuh diri di dunia telah mencapai 100.000 orang per tahun (Wikipedia). Angka yang tidak kecil jika dirata-ratakan per hari.
Loneliness seringkali menjadi masalah yang serius, oleh karena loneliness tidak pernah menjadi masalah yang independent. Loneliness dapat menggejala dalam tingkah laku isolation, poor self-esteem, ketidakmampuan dalam berkomunikasi dan membangun hubungan yang erat dengan sesame, rendah diri, putus asa, seringkali mendorong orang yang bersangkutan untuk melakukan tindakan tindakan merugikan yang lebih lanjut, seperti keinginan bunuh diri, kecanduan obat terlarang dan lain-lain.
Apa itu Loneliness ?
Loneliness adalah pengalaman yang menyakitkan, dimana orang yang bersangkutan merasakan kekosongan jiwa sehingga tidak dapat lagi menikmati komunikasinya dengan orang lain. Ia bisa begitu sedih, putus asa, gelisah, khawatir dan ingin sekali dibutuhkan dan disayangi. Akibatnya seorang bisa tetap merasa begitu lonely meskipun di tengah orang-orang yang mengasihi dirinya. Bahkan merasa ditolak dan ditinggalkan.
Ada tiga macam Loneliness menurut Ahli jiwa Craig Ellison:
1.       Emotional – loneliness   : yang terjadi oleh karena orang yang bersangkutan mengalami kegagalan atau tidak mampu membina hubungan intim dan berarti dengan sesamanya. Akan dialami oleh orang-orang yang kekurangan teman atau mereka yang tidak mampu membina persekutuan.
2.       Social loneliness               : yaitu perasaan kesepian dan kekosongan jiwa yang timbul oleh karena merasa dirinya tidak berharga. Biasanya dialami oleh mereka yang mempunyai poor self image.
3.       Existential loneliness      : yaitu kesepian yang dialami oleh mereka yang kehilangan pegangan hidupnya, kehilangan hubungan dengan Allah sehingga hidupnya tanpa arah.
Apa yang Alkitab katakan tentang loneliness?
Alkitab tidak mengatakan bahwa loneliness itu dosa. Alkitab dengan jelas menyaksikan betapa orang-orang percaya seperti Musa, Yakub, Ayub, Nehemia, Elia, Yeremia, dll pernah mengalami apa yang disebut loneliness. Meskipun demikian Alkitab juga memberikan isyarat betapa loneliness menjadi bagian integral dari kehidupan manusia setelah manusia jatuh dalam dosa dan kehilangan persekutuan yang harmonis dengan Allah dan sesamanya (Kej 3: 8) Pulihnya hubungan dengan Allah dan sesama manusia menjadi dasar utama penyelesaian masalah loneliness ini.
Apakah Penyebab dari Loneliness?
1.       Masalah Sosial
·         Loneliness akan dialami oleh banyak orang yang oleh karena warna kehidupan zaman ini dimana perubahan-perubahan social begitu cepat telah menceraikan orang dengan sesamanya bahkan dari orang yang dikasihinya.
·         Masalah social yang menceraikan manusia bisa timbul oleh karena teknologi, mobility, urbanisasi, televise.
2.       Masalah pertumbuhan dan pembentukan pribadi
·         Ada kebutuhan dasar pertumbuhan dan pembentukan pribadi setiap orang yang harus dipenuhi atau kalo tidak ia akan mengalami loneliness dalam hidupnya (menurut Craig Ellison) yaitu Attachment (ikatan kasih), Acceptance (perasaan diterima), Acquiring Social Skill (memiliki kemampuan membangun hubungan social)
3.       Masalah psikis
·         Kecenderungan psikis dalam diri seseorang dangat menentukan muncul tidaknya perasaan loneliness dalam dirinya, misalnya : Low self – esteem (penilaian yang salah dan penghargaan yang kurang terhadap diri sendiri), Self – defeating Attitude ( sikap hidup yang merugikan diri sendiri)
4.       Masalah kondisi dan situasi kehidupan
Bagaimana menolong mengatasi Loneliness?
1.       Menyadari dan mengakui bahwa dia lonely.
2.       Mengenali penyebabnya.
3.       Menerima realita yang memang tidak dapat diubah lagi.
4.       Mengubah apa yang memang dapat diubah.
5.       Mengingatkan dan memperkenalkan akan sumber penghiburan, pengharapan dan kekuatan manusia yaitu Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus 
Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah Loneliness?
1.       Menciptakan kehidupan gereja yang mampu menghidupakn meaning of life dari setiap anggota jemaatnya.
2.       Menciptakan persekutuan Kristen yang sejati saling mengasihi, menasehati dan menghibur.
3.       Memberikan dorongan dan modal untuk membangun keluarga Kristen yang harmonis dimana anak-anak dilahirkan dalam lingkungang orang orang yang saling mengasihi dan hangat.
4.       Memberikan kebutuhan dan makanan rohani yang sehat.
(Sumber : Pastoral Konseling -PDt. Dr. Yakub Susabda-)

-d^^-